Blog

Ilustrasi Anak Belajar Membaca Al Quran

Tentang Belajar Membaca Al Quran Metode Qiroati (I/II)

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

 

Banyak ditemukan metode pembelajaran membaca Al Quran mulai dari al-Baghdadi, Qiroati, al-Barqi, Iqro’, Insani, Tartila dan lainnya, yang dapat mempermudah pembelajar membaca Al Quran dengan cepat. Cepat yang dimaksud yaitu cepat membaca huruf Al Quran dengan menggunakan metode Qiroati. Lantas, seperti apakah metode Qiroati tersebut? Berikut uraian singkatnya:

 

Pendahuluan

Metode Qiroati adalah suatu model dalam belajar membaca Al Quran yang secara langsung (tanpa dieja) dan menggunakan atau menerapkan pembiasaan membaca tartil sesuai dengan kaidah tajwid (Zarkasiy, 1989). Ada dua hal yang mendasari dari definisi metode Qiroati, yaitu membaca Al Quran secara langsung dan pembiasaan dalam membaca tartil sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.

Membaca Al Quran secara langsung atau tanpa dieja, maksudnya adalah huruf yang ditulis dalam bahasa Arab dibaca secara langsung tanpa diuraikan cara melafalkannya (Supardi, 2004). Pembelajaran membaca Al Quran dengan menggunakan metode Qiroati pembelajaran menggunakan kalimat yang sederhana, sesuai dengan kebutuhan dan tingkat materi. Target utama dari metode Qiroati pebelajar dapat secara langsung mempraktekan bacaan-bacaan Al Quran secara bertajwid.

Metode Qiroati telah banyak mengantarkan para pebelajar untuk dapat secara cepat mampu membaca Al Quran secara bertajwid. Diakui bahwa tujuan utama metode Qiroati bukan semata-mata menjadikan para pebelajar bisa membaca Al Quran dengan cepat dan singkat melainkan untuk menjadikan para pebelajar dapat membaca Al Quran secara baik dan benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.

Ukuran standar kemampuan pebelajar yaitu para pebelajar mampu membaca Al Quran dengan lancar dan benar dan tidak memberi kepada pebelajar yang bisa membaca tetapi tidak lancar. Implikasi dari sistem itu bahwa lama masa belajar tidak dapat ditentukan dan ditarget tergantung dari semangat, kemauan, dan kepatuhan pebelajar kepada bimbingan pembelajar.

 

(Baca: Ingin Memiliki Hunian Dengan Pemandangan Nan Asri Bernuansa Islami Dan Non Ribawi? Cari Infonya Disini!)

 

Prinsip Dasar Pembelajaran Metode Qiroati

Seperti uraian sebelumnya metode Qiroati merupakan bagian dari metode sintesis (tharikah tharkibiyah) khususnya yang terkait erat dengan sistem fenomena (Supardi, 2004). Metode Qiroati dalam pembelajaran di mulai dengan pengenalan lambang atau bunyi huruf kepada pebelajar, selanjutnya dengan merangkai kata menjadi kalimat sehingga dapat dengan lancar membaca Al Quran. Prinsip-prinsip dasar metode Qiroati adalah:

1) Praktis dan Sederhana

Artinya lansung (tanpa dieja atau diuraikan) sebagai contoh: bila A-Ba (أَ بَ ) tidak dieja alif fatha A ba’ fatha B =A-Ba (أَ بَ ) dan tidak juga dibaca Aa-Baa. Secara kuantitatif jumlah kata yang digunakan bila dibaca secara langsung jauh lebih sedikit daripada jumlah suku kata yang digunakan dengan dieja atau diuraikan.

Kalimat yang dipakai harus sederhana, menunjuk pada realitas bentuk tulisan teks yang akan dibaca atau menghindari kalimat yang bersifat teoritik atau deskriptif. Gunakan kalimat: perhatikan ini! Bunyinya “ بَ ” (Ba), jangan mengatakan “yang bentuknya begini”, seperti ini bunyinya adalah “بَ ” untuk membedakan antar huruf“بَ تَ ثَ”cukup membedakan perhatikan titiknya ini, “ بَ” atau “ تَ ” atau ini “ ثَ”.

Mengajarkan bentuk huruf yang bersambung atau bergandeng, tidak diperkenankan mangatakan “ini huruf di depan, ini di tengah dan ini di belakang” katakan saja ini sama bunyinya. Apabila satu huruf bisa berubah bentuknya seperti “جَا, كَا” maka katakan “ جَ, كَ ” memiliki bentuk yang beragam dan dibaca dengan cara yang sama.

Anak usia (7-11 tahun) menurut Piaget sebagai masa operasional konkrit (Slavin, 1994). Artinya di dalam proses pembelajaran, materi pelajaraan yang di sampaikan diusahakan dengan bahasa yang sesederhana mungkin, tidak menggunakan uraian kalimat yang panjang karena pada masa itu kemampuan verbal pebelajar masih terbatas pada hal-hal yang nyata (konkrit).

Menurut teori kognitif, dengan kata-kata yang diuraikan, pebelajar akan mengalami kesulitan dalam menangkap informasi yang disampaikan. Banyaknya informasi, menyulitankan pebelajar dalam menangkap informasi mana yang penting dan kurang penting, sehingga lebih banyak informasi itu terbuang (Slavin, 1994). Dengan demikian, proses pembelajaran dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan singkat bagi pebelajar akan lebih efektif bila dibandikan dengan menggunakan kata-kata yang diuraikan. Teori belajar kognitif memusatkan perhatian pada struktur-struktur dan prinsip-prinsip kognitif yang bertindak sebagai jembatan antara stimuli pembelajar dan respon-respon pebelajar. Pembelajar dipandang sebagai pengkonstruksi makna dari pembelajaran, bukan makan yang terletak secara terpisah dalam pembelajaran (Setyosari, 2001).

2) Sedikit Demi Sedikit

Pembelajaran dengan menggunakan metode Qiroati dilakukan dengan santai dan tidak tergesa-gesa untuk melanjutkan pada bagian lain. Pebelajar dapat diperkenankan untuk menambah materi pada pembelajaran berikutnya bila sudah bisa membaca dengan lancar dan bertajwid. Demikian pula halnya dengan mengajarkan materi utama maupun materi tambahan seperti mengajarkan materi menghafal surat Al Fatihah, dilakukan dengan sedikit demi sedikit, dan tidak mengajarkannya secara utuh. Tambahan materi diberikan jika telah manghafal dengan secara baik materi yang diberikan. Demikian seterusnya, sehingga surat-surat pendek dihafal dan anak mampu membaca Al Quran dengan bertajwid.

Berikan materi Qiroati sesuai kemampuan pebelajar, apabila pebelajar hanya mampu satu halaman sehari bahkan kurang dari itu maka janganlah dipaksa, demikian pula bagi para pebelajar yang mampu beberapa halaman setiap harinya, maka sebaiknya diberikan motivasi dan tetap dibimbing sebagai wujud menghargai kemampuannya. Menurut Carroll (dalam Winkel, 1999), kemampuan pebelajar dipandang sebagai ukuran kecepatan dalam belajar, yaitu jumlah waktu yang diperlukan oleh pebelajar untuk sampai pada tingkat pengusaan atau tingkat keberhasilan tertentu. Dengan demikian, pebelajar yang pandai akan menguasai pelajaran dalam waktu yang lebih singkat, dibandingkan dengan pebelajar yang tidak begitu pandai, pebelajar yang lebih cerdas memerlukan waktu yang lebih sedikit, jika dibandingkan dengan pebelajar yang kurang pandai memerlukan waktu yang lebih lama untuk menguasai materi pelajaran yang sama.

Setiap pebelajar dipandang mampu untuk menguasai materi pelajaran secara memuaskan, asal disediakan waktu yang cukup baginya, perbedaan kemampuan antara pebelajar, diukur menurut waktu yang deperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Namun, pebelajar yang tidak sepenuhnya menggunakan waktu yang disediakan dan tidak belajar dengan sungguh-sungguh selama waktu yang disedikan juga tidak akan mencapai tingkat penguasaan yang diharapkan. Dengan demikian, tingkat penguasaan dalam belajar bergantung baik pada jumlah waktu yang disedikan, maupun juga pada jumlah waktu yang sebenarnya digunakan untuk belajar dengan sungguh-sungguh.

 

(Baca: Ingin Memiliki Hunian Dengan Pemandangan Nan Asri Bernuansa Islami Dan Non Ribawi? Cari Infonya Disini!)

 

3) Bimbing dan Arahkan

Seorang pembelajar cukup mengulangi berkali-kali contoh di atas pada setiap bab, tidak menuntut membaca pada bagian latihan di bawahnya, sehingga anak mampu membaca sendiri setiap bab yang telah diajarkan. Metode ini menjadikan anak-anak betul-betul paham dengan pelajaran yang tidak dihafal. Anak mempunyai dorongan untuk berbuat sesuatu, mempunyai kemauan dan aspirasi sendiri. Belajar tidak bisa dipaksakan oleh orang lain dan juga tidak bisa dilimpahkan kepada orang lain, belajar hanya mungkin terjadi apabila anak aktif mengalami sendiri. Belajar menyangkut apa yang harus dikerjakan pebelajar untuk dirinya sendiri, maka inisiatif belajar harus datang dari dirinya sendiri. Pembelajar sekedar pembimbing dan pengarah (John Dewey dalam Devies, 1987).

Pengetahuan dibentuk oleh individu, yakni melalui proses interaksi antara pebelajar dengan lingkungannya, dengan adanya interaksi itu pengetahuan terus berkembang (Piaget dalam Dimyati dan Mujiono, 1994). Menurut teori kognitif, belajar menunjukan adanya jiwa yang aktif, jiwa mengelola informasi yang kita terima, tidak sekedar menyimpannya saja tanpa mengadakan trasformasi (Gage dan Berliner 1984). Anak memiliki sifat aktif, konstruktif dan mampu mencari sesuatu. Pembelajaran membaca Al Quran dengan metode Qiroati lebih bersifat mengarahkan dan membimbing, pebelajar untuk aktif, kreatif dalam belajar membaca Al Quran, sehingga tidak dibenarkan dalam membaca Al Quran pembelajar membacakan semua tulisan yang ada pada setiap halamannya, pembelajar hanya menegur dan memperbaiki bacaan pebelajar yang salah.

4) Memberi Rangsangan untuk Saling Berpacu

Seperti telah dikemukakan sebelumnya bahwa mengajarkan membaca Al Quran dengan metode Qiroati kepada anak tidak boleh dipaksakan, apalagi dengan cara keras, sehingga daya nalar dan kreativitas anak mati. Anak belajar membaca Al Quran karena termotivasi oleh kebutuhan, dorongan, dan tujuan.

Kebutuhan terjadi bila individu merasa ada ketidak seimbangan antara apa yang ia miliki dengan yang ia harapkan; dorongan merupakan kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam rangka memenuhi harapan atau pencapaian tujuan; tujuan adalah hal yang ingin dicapai oleh seorang individu (Siagian, 1989). Keinginan untuk dapat membaca Al Quran dengan benar. Cara tepat diterapkan dengan membiasakan berkompetisi dalam kelas, sebab kompetisi yang sehat dapat mencerdaskan anak, sehingga metode Qiroati dibentuk dengan berjilid, apabila anak naik tingkat maka secara otomatis temannya akan bersemangat dan termotivasi. Pembelajaran yang bertujuan menumbuhkan motivasi belajar pebelajar diantaranya evaluasi harus sering diselenggarkan, baik sifatnya harian, per pokok bahasan, per jilid, serta mengadung perbadingan dengan pebelajar yang lain (Winkel, 1999).

5) Waspada dengan Bacaan Salah

Lupa menjadi sebuah kebiasaan bagi setiap orang apalagi anak yang sedang belajar, maka dalam pembelajaran membaca Al Quran dengan metode Qiroati lupa bukan sesuatu hal yang perlu dirisaukan atau bahkan dianggap remeh. Kebiasaan lupa merupakan kebiasaan yang harus diingatkan tidak kemudian dibiarkan, sehingga menyebabkan kebiasaan selalu salah dalam membaca. Supaya kebiasaan salah tidak berkelanjutan dalam proses pembelajaran, maka perlu diantisipasi dengan mewaspadai jangan sampai membiarkan pebelajar membaca salah, menegur langsung tidak menunggu waktu sampai akhir ayat atau akhir bacaan.

Kegiatan belajar diperlukan motivasi dari pembelajar dan usaha-usaha tentang cara belajar efektif agar kesalahan dan lupa dapat dikurangi oleh pebelajar. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan tes secara berkala dan kontinyu, serta memberikan umpan balik kepada pebelajar mengenai keberhasilan atau kegagalan saat itu juga. Pebelajar yang ternyata belum menguasai bahan tertentu, harus melakukan usaha-usaha perbaikan program pembelajaran, perbaikan dapat terlaksana melalui pengajaran kembali kepada kelompok yang belum menguasai, melalui pembelajaran remedial secara individu (Winkel, 1999). Dengan langkah semacam ini secara otomatis pebelajar akan melakukan persiapan belajar sebelum proses pembelajaran, dan pebelajar akan lebih konsentrasi dalam belajar, karena kurang konsentrasi dapat menyebabkan lupa dan salah dalam belajar. Lupa dan salah mengharuskan pebelajar mengulang pada materi yang sama, dan tertinggal oleh pebelajar lain.

 

Selanjutnya...

 

Dikutip dari artikel berjudul, "Metode Pembelajaran Membaca Al Qur’an", 7 Juni 2014, oleh A. Jauhar Fuad.

 

 

Artikel Lainnya

Ilustrasi Anak Kecil Malas Sedang Bermain Gawai?Gadget

Mencegah Tumbuhnya Generasi "Home Service"!

Di era kekinian, muncul fenomena generasi home service, yaitu anak-anak yang selalu minta…
Pemandangan dari Puncak Kampung Awan, Megamendung, Bogor berlatar Gunung Salak

Sekilas Tentang Kecamatan Megamendung, Bogor, Jawa Barat

Megamendung adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.…
Pemberian santunan paket sembako kepada warga sekitar lingkungan Ponpes MataQu pada 16 Oktober 2016

Kegiatan Tebar Berkah MataQu Di Bulan Februari 2017

Pondok Pesantren Tahfidz Al Quran (PPTQ) MataQu, Insya Alloh berencana menggelar kembali…

Galeri Lainnya

Tim Marketing Inti MataQu Property Berfoto Bersama Di Kantor Pemasaran

Sebagian Aktivitas Kampung Quran MataQu Pada Mei 2018

Berikut dokumentasi foto/video sebagian aktivitas yang dilakukan oleh atau berkaitan dengan Manajemen Kampung Quran MataQu, selama bulan Mei 2018:
Persiapan Awal Pembentukan Cyber Team MataQu (11-9-2017)

Persiapan Awal Pembentukan Cyber Team MataQu (11-9-2017)

Dokumentasi foto rapat persiapan awal pembentukan Cyber Team MataQu yang dilakukan pada hari Senin, 11-9-2017:
Pagi Ngaji Tim Manajemen Kampung Quran MataQu (24-09-2017)

Pagi Ngaji Tim Manajemen Kampung Quran MataQu (24-09-2017)

Al Quran adalah kitab suci umat Islam. Di dalamnya tidak terdapat keraguan dan menjadi petunjuk bagi orang yang bertaqwa. Karena itulah membaca dan mentadabburi ayat-ayat Al Quran menjadi suatu keniscayaan bagi kaum muslim. Dan berbekal pemahaman itulah, kami…
Tim Marketing Inti MataQu Property Berfoto Bersama Di Kantor Pemasaran

Sebagian Aktivitas Kampung Quran MataQu Pada November 2017

Berikut dokumentasi foto/video sebagian aktivitas yang dilakukan oleh atau berkaitan dengan Manajemen Kampung Quran MataQu, selama bulan November 2017:
Persiapan Infrastruktur Internet Marketing MataQu Cyber Team

Persiapan Infrastruktur Internet Marketing MataQu Cyber Team

Dokumentasi pemasangan reuter sebagai persiapan infrastruktur penunjang kegiatan internet marketing MataQu Cyber Team pada hari Selasa (12-09-2017):

banner dauroh al quran 40 hari kotak 001

Tentang Kami

Kampung Quran Center adalah kawasan terpadu seluas > 70 ha yang terdiri dari kompleks pendidikan, hunian, wisata, serta usaha bernuansa alam mengusung tema "Komunitas Keluarga Quran" yang dikelola oleh Yayasan Kampung Quran MataQu.

 

Hubungi Kami

Kampung Quran MataQu, Cipendawa, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Indonesia, 16771

  • Telepon/Whatsapp0813-8313-9388 (Anita)

  • Telepon/Whatsapp0813-8313-9389 (Dita)

  • Telepon/Whatsapp0812-1069-3356 (Sita)

  • EmailAlamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Waktu Operasional

Sabtu - Kamis : 09:00 - 17:00 WIB

Jum'at: Libur

Hari Raya Islam: Libur