Blog

Ilustrasi Anak Kecil Malas Sedang Bermain Gawai?Gadget

Mencegah Tumbuhnya Generasi "Home Service"!

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

 

Assalamu'aikum Wr. Wb. Ayah/Bunda,
Di era kekinian, muncul fenomena generasi home service, yaitu anak-anak yang selalu minta dilayani. Lantas, bagaimana mencegah tumbuhnya generasi semacam ini?

 

Apa itu generasi “HOME SERVICE?”

Generasi “HOME SERVICE” ringkasnya adalah anak-anak yang dalam kesehariannya selalu minta dilayani. Ini terjadi pada anak-anak yang hidupnya selalu dilayani oleh orangtuanya atau orang yang membantunya.

Mulai dari lahir mereka sudah diurus oleh pembantu, atau yang punya kekayaan berlebih diasuh oleh babysitter yang setiap 24 jam siap di samping sang anak. Kemana-mana anak diikuti oleh babysitter. Bahkan sampai umur 9 tahun saja ada babysitter yang masih mengurus keperluan si anak karena orangtuanya sibuk bekerja.

Anak tidak dibiarkan mencari solusi sendiri. Contoh kecil saja, membuka bungkus permen. Karena terbiasa ada babysitter atau asisten rumah tangga (ART), anak dengan mudahnya menyuruh mereka membukakan bungkusnya. Tidak mau bersusah payah berusaha lebih dulu atau mencari gunting misalnya.

Contoh lain memakai kaos kaki dan sepatu. Karena tak sabar melihat anak mencoba memakai sepatunya sendiri maka orang dewasa yang di sekitarnya buru-buru memakaikan kepada anak.

Saat anak sudah bisa makan sendiri, orangtua juga seringkali masih menyuapi karena berpikir jika tidak disuapi makannya akan lama dan malah tidak dimakan.

Padahal jika anak dibiarkan tidak makan, maka anak tidak akan pernah merasa apa namanya lapar. Dan saat lapar datang seorang anak secara otomatis akan memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

Bagaimana dia akan belajar makan sendiri jika dia tidak pernah merasakan apa itu namanya lapar?

Bagaimana dia akan belajar membuat minuman sendiri jika dengan hanya memanggil ART atau babysitter atau orangtuanya saja minuman itu akan datang sendiri kepadanya.

Saya mengutip perkataan seorang Psikolog dari Stanford University, Carol Dweck, beliau menulis temuan dari eksperimennya dalam buku "The New Psychology of Success", yaitu “Hadiah terpenting dan terindah dari orangtua pada anak-anaknya adalah tantangan”.

 

(Baca: Ingin Memiliki Hunian Dengan Pemandangan Nan Asri Bernuansa Islami Dan Non Ribawi? Cari Infonya Disini!)

 

Tapi beranikah semua orangtua memberikan hadiah itu pada anak?

Faktanya saat ini banyak orangtua yang ingin segera menyelesaikan dan mengambil alih masalah anak, bukan memberikan tantangan.

Saat anak bertengkar dengan temannya karena berebut mainan, orangtua malah memarahi teman anaknya itu dan membela sang anak.

Ada pula yang langsung membawanya pulang dan bilang, ”Udah nanti Ibu belikan mainan seperti itu yang lebih bagus dari yang punya temanmu.. gak usah nangis”.

Padahal Ibu tersebut bisa mengatakan, “Oh kamu ingin mainan seperti yang punya temanmu ya? Gak usah merebutnya sayang… kita nabung dulu ya nanti kalau uangnya sudah cukup kita akan sama-sama ke toko mainan membeli mainan yang seperti itu”.

Ada tantangan yang diberikan pada anak bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan maka dia harus berusaha.

Dalam keseharian Generasi “HOME SERVICE “ semua pekerjaan rumah tangga tak pernah melibatkan anak. Saat anak membuat kamarnya berantakan langsung memanggil asisten untuk segera merapihkan kembali.

Anak menumpahkan air di lantai, dilap sendiri oleh Ibunya. Anak membuang sampah sembarangan, dibiarkan saja menunggu ART menyapu nanti.

Dalam hal belajar saat anak sulit belajar, orangtua menelepon guru les untuk privat di rumah.

Generasi inilah yang nantinya akan melahirkan orang dewasa yang tidak bertanggungjawab.

  • Badannya dewasa tapi pikirannya selalu anak-anak, karena tak pernah bisa memutuskan sesuatu yang terbaik buat dirinya.
  • Sekolah yang carikan orangtua.
  • Rumah yang belikan orangtua,
  • Kendaraan yang belikan juga orangtua.
  • Giliran berkeluarga yang mengasuh anak dan jadi pembantu di rumahnya juga ya si orangtuanya.

 

 

(Baca: Ingin Memiliki Hunian Dengan Pemandangan Nan Asri Bernuansa Islami Dan Non Ribawi? Cari Infonya Disini!)

 

 

Kasian banget ya…sudah modalin banyak ternyata orangtua tipe begini hanya akan berakhir jadi pembantu di rumah anaknya sendiri.

Ajaklah anak bermain pada tujuh tahun pertama, disiplinkanlah anak pada tujuh tahun kedua dan bersahabatlah pada anak usia tujuh tahun ketiga.”*_

Untuk anak usia 7 sd 14 tahun mulailah mendisiplinkannya. Belajar mengerjakan PR sepulang sekolah, menyiapkan buku untuk esok pagi, membantu mencuci piring yang kotor, menyapu halaman rumah dll. Apabila anak umur 7 sd 14 tahun itu tidak melakukan kewajibannya maka perlu diingatkan agar dia menjadi terbiasa dan disiplin.

Untuk anak usia 14 sd 21 tahun maka orangtua perlu menolong anak untuk belajar bagaimana menggunakan waktunya, dan mengajari anak tentang skala prioritas.

Anda yang sudah menjadi orangtua pasti merasakan bagaimana seorang ibu harus membagi waktunya yang hanya 24 jam itu untuk bisa mengelola sebuah rumah tangga. Pekerjaan yang tiada habisnya. Karena itu sebelum Anda menjadi depresi sendirian, maka libatkanlah anak-anak Anda dalam pekerjaan rumah tangga.

 

 

Salah satu faktor penting dalam mencegah tumbuhnya GENERASI “HOME SERVICE“ ini adalah peran ayah dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Di Indonesia masih banyak suami yang tidak mau terlibat dalam pekerjaan rumah tangga. Seakan-akan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, menyetrika, mengepel dll itu adalah aib buat seorang suami. Padahal keikutsertaan para ayah dalam pekerjaan rumah tangga, berpengaruh positif terhadap keharmonisan keluarga.

Seorang suami yang mau melakukan pekerjaan rumah tangga itu terlihat lebih macho dan ganteng dari aktor sekaliber Brad Pitt atau Jason Statham.

Jadi sudah siapkah keluarga anda mencegah tumbuhnya GENERASI “HOME SERVICE?” Yuk kita sama-sama mulai dari sekarang demi kebaikan dan masa depan anak-anak kita kelak.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Wallohu a'lam bishshowab

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

 

Dikutip dari artikel berjudul, "Generasi "Home Service"", dari Whatsapp Group

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Ilustrasi Anak dan Orangtua

Sang Penduduk Langit Itu Bernama Uwais Al Qarni

Berikut adalah sepenggal kisih tentang seorang laki-laki sholeh bernama Uwais Al Qarni,…
Perkembangan Pembangunan Masjid Tahfidz Di Kampung Quran MataQu

Perkembangan Pembangunan Masjid Tahfidz Di Kampung Quran MataQu

Berikut dokumentasi perkembangan pembangunan Masjid Tahfidz Al Quran tahun 2019 yang…
Ilustrasi Anak Belajar Membaca Al Quran

Tentang Belajar Membaca Al Quran Metode Qiroati (I/II)

Banyak ditemukan metode pembelajaran membaca Al Quran diantaranya Qiroati. Lantas,…
Pemberian santunan paket sembako kepada warga sekitar lingkungan Ponpes MataQu pada 16 Oktober 2016

Kegiatan Tebar Berkah MataQu Di Bulan Februari 2017

Pondok Pesantren Tahfidz Al Quran (PPTQ) MataQu, Insya Alloh berencana menggelar kembali…

Galeri Lainnya

Pelaksanaan Qurban 1438 H Di Kampung Quran MataQu Bogor

Pelaksanaan Qurban 1438 H Di Kampung Quran MataQu Bogor

Dokumentasi foto dan video pelaksanaan ibadah qurban pada Hari Raya Idul Adha 1438 H di Kampung Quran MataQu, Megamendung, Bogor, Jawa Barat:
Karyawan Kampung Quran MataQu Makan Bersama (04/10/2017)

Karyawan Kampung Quran MataQu Makan Bersama (04/10/2017)

Berikut dokumentasi makan bersama yang diadakan secara dadakan oleh para karyawan Kampung Quran MataQu pada Rabu malam, 04/10/2017:
Pagi Ngaji Tim Manajemen Kampung Quran MataQu (24-09-2017)

Pagi Ngaji Tim Manajemen Kampung Quran MataQu (24-09-2017)

Al Quran adalah kitab suci umat Islam. Di dalamnya tidak terdapat keraguan dan menjadi petunjuk bagi orang yang bertaqwa. Karena itulah membaca dan mentadabburi ayat-ayat Al Quran menjadi suatu keniscayaan bagi kaum muslim. Dan berbekal pemahaman itulah, kami…
Pengesahan DPMPTSP Siteplan Tahap 1-3 Kampung Quran Cianjur

Pengesahan DPMPTSP Siteplan Tahap 1-3 Kampung Quran Cianjur

Dokumentasi persetujuan dan pengesahan Siteplan Pembangunan Kavling Produktif Rumah Kebun, yang diajukan PT. Grup MataQu Indonesia (Kampung Quran MataQu) untuk Kampung Quran Cianjur Tahap 1 - 3 oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu…
Rapat Bulanan Tim Manajamen Marketing MataQu (05-09-2017)

Rapat Bulanan Tim Manajamen Marketing MataQu (05-09-2017)

Berikut ini adalah dokumentasi rapat bulanan Tim Manajemen Marketing Kampung Quran MataQu yang dilakukan pada hari Selasa, 05-09-2017, di Villa Abu Faruq Blok S, Megamedung, Puncak, Bogor, Jawa Barat:

banner dauroh al quran 40 hari kotak 001

Tentang Kami

Kampung Quran Center adalah kawasan terpadu seluas > 70 ha yang terdiri dari kompleks pendidikan, hunian, wisata, serta usaha bernuansa alam mengusung tema "Komunitas Keluarga Quran" yang dikelola oleh Yayasan Kampung Quran MataQu.

 

Hubungi Kami

Kampung Quran MataQu, Cipendawa, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Indonesia, 16771

  • Telepon/Whatsapp0813-8313-9388 (Anita)

  • Telepon/Whatsapp0813-8313-9389 (Dita)

  • Telepon/Whatsapp0812-1069-3356 (Sita)

  • EmailAlamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Waktu Operasional

Sabtu - Kamis : 09:00 - 17:00 WIB

Jum'at: Libur

Hari Raya Islam: Libur