Blog

Ilustrasi Transaksi Jual Beli

Beberapa Contoh Perbedaan Transaksi Ribawi dan Syariah

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

 

Banyak dari kaum muslim yang masih belum dapat membedakan antara transaksi ribawi dan transaksi syariah. Lantas apa saja perbedaan diantara kedua transaksi tersebut? Berikut beberapa contohnya:

 

Banyak orang yang belum paham dan bertanya-tanya mengenai transaksi yang mengandung riba dan transaksi yang syariah. Pertama-tama yang perlu kita ketahui bersama adalah bahwa riba dan laba tidaklah sama. Dan jangan pernah kita menyamakan riba dengan laba.

Seperti penggalan ayat Al Quran berikut ini:

“… Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba… ” (TQS. Al-Baqarah : 275)

Sebenarnya mengapa sih Islam melarang riba? Apa tujuannya? Harusnya kan asal saling sepakat, saling rela, tidak apa-apa dan tidak dosa.

Mari kita bahas bersama-sama contoh LABA dan RIBA agar Anda mudah untuk memahami dengan bahasa yang umum:

1. Saya membeli sebuah rumah sederhana seharga Rp. 100.000.000,- dan saya hendak menjual dengan mengambil untung dengan bunga 1 % per bulan untuk jangka waktu pembayaran 1 tahun.

Transaksi ini tergolong transaksi RIBAWI

2. Saya membeli rumah sederhana seharga Rp. 100.000.000,- dan saya hendak menjual secara kredit selama 1 tahun dengan harga Rp. 112.000.000,-.

Transaksi ini termasuk transaksi SYARIAH

Loh, memang apa bedanya? Kan kalau kita hitung-hitung ketemunya sama-sama untung Rp. 12.000.000,-?

Yuk mari kita bahas mengapa transaksi pertama riba dan transaksi kedua syar’i.

 

(Baca: Ingin Memiliki Hunian Dengan Pemandangan Nan Asri Bernuansa Islami Dan Non Ribawi? Cari Infonya Disini!)

 

TRANSAKSI PERTAMA RIBA karena:

Tidak ada kepastian harga, karena menggunakan sistem bunga.

Misal dalam contoh di atas, bunga 1% per bulan. Jadi ketika dicicilnya disiplin memang ketemunya untung Rp. 12.000.000,-.

Tapi jika ternyata terjadi keterlambatan pembayaran, misalnya ternyata Anda baru bisa melunasi setelah 15 bulan, maka Anda akan terkena bunga sebesar 15% alias laba saya sebagai penjual bertambah menjadi Rp. 15.000.000,-.

Jadi, semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk melunasi utang, semakin besar yang harus dibayarkan. Bahkan tidak jarang berbagai lembaga leasing ada menambahkan embel-embel DENDA dan BIAYA ADMINISTRASI. Maka semakin banyak riba yang dibayarkan.

Bahkan yang lebih parah, ada juga yang menerapkan bunga yang tidak terbayar terakumulasi dan bunga ini akhirnya juga dikenakan bunga lagi. Istilahnya bunga berbunga.

Sistem riba diatas jelas-jelas sitem yang menjamin penjual pasti untung dan pihak yang dirugikan adalah pembeli. Padahal yang namanya bisnis, harus siap untung dan juga siap rugi.

 

 

(Baca: Ingin Memiliki Hunian Dengan Pemandangan Nan Asri Bernuansa Islami Dan Non Ribawi? Cari Infonya Disini!)

 

TRANSAKSI KEDUA SYARIAH karena:

Sudah terjadi akad yang jelas, harga yang jelas, pasti, dan tidak berubah lagi.

Misalnya seperti contoh di atas sudah disepakati harga Rp. 112.000.000,- untuk dicicil selama 12 bulan.

Misalkan Anda sebagai pembeli baru mampu melunasi hutangnya pada bulan ke 15, maka harga yang dibayarkan masih tetap Rp. 112.000.000,-. Tidak ada penambahan. Walau ada keterlambatan pelunasan.

Apalagi ada istilah DENDA dan BIAYA ADMINISTRASI. Atau malah bunga berbunga seperti yang dijelaskan di transaksi yang pertama.

Lah kalau begitu si penjual jadi rugi waktu dong? Ya memang bisnis itu harus siap untung dan juga siap rugi. Tidak boleh ada ceritanya kita pasti untung dan orang lain yang dirugikan.

 

Nah terjawab sudah mengapa Islam melarang keras yang namanya riba. Ternyata sistem Islam itu melindungi semuanya. Harus sama hak dan kewajiban antara si penjual dan si pembeli. Sama-sama bisa untung, sama-sama bisa rugi.

Jadi kedudukan penjual dan pembeli setara. Bayangkan dengan sistem ribawi, pembeli berada pada posisi yang sangat lemah.

Sekarang sudah paham kan hikmahnya Islam melarang riba?

Setelah membaca artikel ini, masih mau beli rumah dengan sistem ribawi? Ga takut rugi? Subhanalloh.

 

Dikutip dari artikel berjudul, "Ini Perbedaan Transaksi Riba dan Syariah Yang Perlu Anda Ketahui", 15 April 2016, oleh Nasuha Alhuda.

Tags:

Artikel Lainnya

Memahami Arti PPJB, PJB, dan AJB Dalam Pembelian Properti

Memahami Arti PPJB, PJB, dan AJB Dalam Pembelian Properti

Apa itu arti PPJB, PJB, dan AJB yang biasanya dicantumkan dalam proses pembelian…
Ilustrasi Anak Belajar Membaca Al Quran

5 Metode Belajar Membaca Quran Dari Indonesia Yang Mendunia

Kita mengenal banyak metode belajar membaca Al Quran yang berasal dari Indonesia. Namun,…

Galeri Lainnya

Pengesahan DPMPTSP Siteplan Tahap 1-3 Kampung Quran Cianjur

Pengesahan DPMPTSP Siteplan Tahap 1-3 Kampung Quran Cianjur

Dokumentasi persetujuan dan pengesahan Siteplan Pembangunan Kavling Produktif Rumah Kebun, yang diajukan PT. Grup MataQu Indonesia (Kampung Quran MataQu) untuk Kampung Quran Cianjur Tahap 1 - 3 oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu…
Survei Lokasi Kavling Muslim MataQu Siteplan (24/08/2017)

Survei Lokasi Kavling Muslim MataQu Siteplan (24/08/2017)

Alhamdulillah, pada hari Kamis, 24 Agustus 2017, tim marketing MataQu Property kedatangan tamu calon konsumen yang tertarik ingin membeli tanah kavling muslim di Kampung Quran MataQu. Yuk lihat survei yang mereka lakukan bersama tim MataQu Property:
Take View Kampung Quran MataQu Dengan Drone (10/09/2017)

Take View Kampung Quran MataQu Dengan Drone (10/09/2017)

Guna keperluan pembuatan video profil terbaru Kampung Quran MataQu, alhamdulillah pada Ahad siang, 10/09/2017, tim dari MataQu Property melakukan pengambilan pemandangan (take view) dari atas dengan menggunakan drone. Berikut dokumentasinya:
Sekilas Tentang Kavling Keluarga Muslim MataQu Tahap Ke-4

Sekilas Tentang Kavling Keluarga Muslim MataQu Tahap Ke-4

Alhamdulillah, tidak terasa, memasuki bulan Agustus 2017, sejak dirintis di pertengahan 2015, pengembangan kavling keluarga muslim Kampung Quran MataQu telah memasuki tahap ke-4 dengan total 259 kavling baru yang siap dipasarkan kembali. Yuk lihat sejenak…
Rapat Bulanan Tim Manajamen Marketing MataQu (05-09-2017)

Rapat Bulanan Tim Manajamen Marketing MataQu (05-09-2017)

Berikut ini adalah dokumentasi rapat bulanan Tim Manajemen Marketing Kampung Quran MataQu yang dilakukan pada hari Selasa, 05-09-2017, di Villa Abu Faruq Blok S, dan Kantor Pemasaran MataQu Property, Megamedung, Puncak, Bogor, Jawa Barat:

banner dauroh al quran 40 hari kotak 001

Tentang Kami

Kampung Quran Center adalah kawasan terpadu seluas > 70 ha yang terdiri dari kompleks pendidikan, hunian, wisata, serta usaha bernuansa alam mengusung tema "Komunitas Keluarga Quran" yang dikelola oleh Yayasan Kampung Quran MataQu.

 

Hubungi Kami

Kampung Quran MataQu, Cipendawa, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Indonesia, 16771

  • Telepon/Whatsapp0813-8313-9388 (Anita)

  • Telepon/Whatsapp0813-8313-9389 (Dita)

  • Telepon/Whatsapp0812-1069-3356 (Sita)

  • EmailAlamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Waktu Operasional

Sabtu - Kamis : 09:00 - 17:00 WIB

Jum'at: Libur

Hari Raya Islam: Libur